Tips Menabung untuk Kamu yang BOROS!

10:47 AM

 

Assalamualaikuuum everibebih!

Boros is so last years. Okay?

Jadi orang boros emang gak baik. Tapi gak semua orang bisa dan tahu bagaimana caranya menabung kan?
Kenapa sih gak bisa nabung? Semua punya alasannya. Ada yang memang uangnya pas-pasan buat kebutuhan sehari-hari, seneng jajan makanan, kepincut diskon, dan lain-lain.

Dulu aku juga tipe orang yang gak bisa menabung. 

Hal terburuk yang pernah aku alami adalah waktu awal 2016 dimana aku sudah lulus kuliah sehingga gak dapat uang bulanan dari papa, dan gak punya kerjaan juga. Buat meneruskan kegiatan main terpaksa harus ngejualin stok make up. Sampai pernah minta jajan sama tante sendiri karena beneran gak punya uang sama sekali :(

Padahal selama kuliah, aku aktif bekerja freelance yang gajinya sekitar IDR 1.500.000 perbulan. Plus aku juga diajak ikut proyek nulis selama 6 bulanan yang pendapatannya sekitar IDR 20.000.000 sekali proyek.

Buat anak kuliahan, UANG SEGITU GEDE BANGET!

Tapi aku gak punya uang sama sekali setelah lulus. Uang hasil kerja kuliah amblas gak bersisa. Aset berbentuk emas atau gadget pun gak ada.

Waktu itu targetku gak muluk-muluk. Punya tabungan 10 juta aja udah bagus banget. 

Apalagi waktu itu baru awal-awal kerja rasanya kok pengen ganti handphone, beli laptop, sampai beli kamera. Semua masih aku tahan-tahan sampai akhirnya handphone beneran ga bisa dipakai, suka ngedrop tiba-tiba mati padahal baterainya masih ada.

Alhamdulillah sih sekarang tabungan udah melebihi target, semua berkat kerja keras dan melawan rasa ingin belanja ini-itu. Nah gimana caranya aku yang boros ini berhasil menabung?

Cusss baca lebih lengkapnya!


DISCLAIMER: Tips ini aku rangkum dari pengalaman pribadi, buat yang mau konsultasi lebih lanjut bisa hubungi bantuan professional ya.


Cari Teman yang Mendukung

Pertengahan 2016 aku mulai kerja di perusahaan content agregator di Karet Kuningan, Jakarta Selatan. Di titik itu kebetulan aku kerja sama orang yang berhemat – tapi ga kelihatan berhemat soalnya hidupnya happy-happy aja sih. Terus aku juga mulai banyak diskusi soal keuangan sama adekku yang hemat cenderung pelit tapi uangnya banyak.

Setiap mau belanja sesuatu selalu konsultasi sama mereka apakah aku beneran butuh dan beneran harus beli barang itu. Lama kelamaan setiap mau belanja selalu dipikirin dulu dan lebih sering gak jadi belinya.

Misal aku mau beli eyeshadow baru. Masukin aja dulu ke cart, trus diemin semingguan. Kalau udah gak kepikiran “butuh”nya lagi, gak bakal aku beli.

Tapi kalau kenyataannya kalian bergaul sama temen-temen yang boros juga, baiknya sih sementara say no dulu kalau diajak kongkow. Misal yang tadinya makan di mall dalam sepekan bisa lima kali, nah ini dikurangi jadi dua kali atau sepekan sekali aja.

Termasuk kongkow di coffee shop.

Simulasi hitungannya:

1 x makan di mall minimal keluar uang IDR 50.000.

Kalau dalam sepekan kamu makan di mall LIMA KALI, maka IDR 50.000 * 5 = IDR 250.000

Dalam sebulan >> IDR 250.000 * 4 pekan = IDR 1.000.000


Mungkin emang kesannya takut ketinggalan ghibah, atau takut dianggep miskin sama temen. Tapi PERCAYA deh, justru temen yang baik gak bakalan nyetanin keuangan kita. Temen yang baik pasti mendukung kalau kita mau jadi lebih baik lagi.

Buat Tabungan Auto Debet

Tiga bulan kerja, aku langsung berpikir buat ‘menyelamatkan’ uangku SESEGERA MUNGKIN. Mon maap, ni aku kalau udah hawa-hawa banyak duit bawaannya pengen jajan kesana-kemarin, beli enih beli entuh.
Pas kuliah, biasanya sih aku nitip uang ke temenku yang tajir. Karena dia udah tajir, jadi gak mungkin dong mau menyelewengkan uangku?
Pas sudah kerja, aku memutuskan buat handling uang aku sendiri demi kemandirian. Akhirnya aku putuskan buat buka rekening di bank D dan daftar tabungan autodebet.

Setiap bulan aku terima uang gajian, uangnya masuk ke rekening di Bank B. Nah aku transfer sekitar IDR 500.000 sampai IDR 1.000.000 nya ke Bank D. Nanti si tabungan autodebet itu akan menarik IDR 500.000 secara otomatis buat dimasukin ke “amplop” autodebet itu. Tabungan autodebet ini berjalan selama dua tahun dan gak boleh berhenti di tengah tahun.

Simulasi hitungannya:

Setiap bulan nabung di Bank D IDR 800.000 ke rekening utama.
Tabungan autodebet Bank D "mengambil" IDR 500.000 dari rekening utama selama DUA TAHUN.

IDR 500.000 * 24 bulan = IDR 12.000.000
Sisa 300.000 yang ada di rekening >> IDR 300.000 * 24 = IDR 7.200.000 (nilainya akan utuh kalau gak dipakai buat jajan atau keperluan lain)

Di akhir masa DUA TAHUN Autodebet, aku punya uang IDR 12.000.000 + IDR 7.200.000 = IDR 19.200.000


Daripada uang dipakai buat kongkow dan makan-makan aja, mendingan buat tabungin di autodebet kan?

Sebenernya setiap bank punya kebijakan masing-masing mengenai tabungan autodebet ini. Ada yang minimal IDR 200.000 ajah, ada yang minimal IDR 1.000.000. Coba konsultasikan dengan bank pilihanmu ya.

Celengan Penyelamat Keuangan

 Beberapa tahun lalu, sempat ngetren Celengan 20.000. Aku termasuk orang yang sampai saat ini masih menggunakan celengan buat nabung lho.

Akhir tahun 2018 kemarin aku jebolin celengan dan dapet DR 2.000.000! Yeay!

Meskipun uangnya gak seberapa dan ngumpulinnya dua tahunan, tapi ya alhamdulillah banget tau-tau ada rejeki nomplok gitu kan :D

Selain celengan 20.000 aku juga punya celengan 1.000 koin, tapi sayangnya jarang aku isi soalnya adekku suka minta tuker buat dia bayar parkir atau bayar pak Ogah di jalan.


Coba Investasi

Semenjak kerja di Thamrin, aku mulai follow akun @jouska_id buat belajar manage keuangan. Salah satu yang paling menarik adalah Surat Berharga Negara atau SBN. Disini aku pilih tipe investasi dengan kode ST, yang katanya sih sistemnya lebih syariah.

Memang buat SBN ini nilai kuponnya gak banyak, tapi buat belajar investasi sih dan menabung (serta menahan agar tidak menghamburkan uang) YA PENTING BANGET.

Selain investasi di SBN, aku juga beli logam mulia. Logam mulia dalam bentuk emas itu harganya sekitar IDR 600.000. Kesannya ngapain sih beli logam mulia segala? Kayak nenek-nenek pfttt.

Simulasi hitungannya:

Harga emas 1 gram, per 13 Juni 2019 = IDR 675.000

Perbulan nabung IDR 300.000 diniatin buat beli emas.
IDR 300.000 * 3 = IDR 900.000 , bisa beli emas 1gr.

Dalam waktu setahun, kamu bisa punya emas 4gram yang jika dicairkan nilainya sekiitar IDR 2.700.000.


Percayalah bebb, u belanja di mall IDR 600.000 bisa dapet apa sih?

Palingan celana sebiji, pake tiga bulan udah bosen. Sementara kalau beli emas mah ga bakal ilang mau berapa tahun juga. Untuk beli logam mulia, kamu bisa pilih emas digital atau emas fisik ya.


Untuk emas digital vs emas fisik ini manajemen resikonya beda, jadi harus belajar lebih lanjut mau pilih yang mana.

Hemat di Hari Kerja, Jajan di Akhir Pekan

Pengeluaran terbanyak aku adalah PANGAN. Soalnya aku suka jajan dan suka masak juga. Tapi soal panganan ini aku anggap bukan sesuatu yang impulsif karena memang manusia butuh makan kan?
Untuk menghindari kebocoran uang karena jajan, aku berhemat banget dari hari Senin sampai Kamis, dan baru bisa jajan di luar hari Jumat atau Sabtu atau Minggu.

Untungnya sih di kantor setiap Senin sampai Kamis ada katering makan malam, jadi biasanya aku sarapan di rumah, skip makan siang, dan baru makan malam dari jatah katering. Kadang kalau siangnya laper aku nyemilin oatmeal atau kopi dingin yang bisa seduh di kantor.

Biasanya Jumat malam aku janjian dinner sama mas pacar atau ga kongkow sama temen. Dengan cara ini selain lebih hemat, pas makan di luar tuh berasa happy karena bisa jajan! Jadi kadang hari Rabu atau Kamis aku udah rencanakan mau jajan apa dimana, atau nonton film apa.

Berhemat bikin keluarin uang jadi lebih happy J

INTINYA SIH, dalam menabung dan menghamburkan uang itu harus seimbang.

Saving & Spending harus BALANCE!

Dimana yang bisa kamu hemat dan mana yang bisa keluar agak banyak. Contoh ada temanku yang hobi travelling, dia gak banyak jajan makanan ataupun belanja pakaian.
Pilih satu aja yang mau diHEDONin, sisanya dihemat gak apa. Toh manusia butuh happy juga kan?

Met menabung sobat hematqu!


Sekian dulu tulisanku hari ini, makasih udah mau baca yah! See you!


Yuk ngobrol sama aku di:



You Might Also Like

8 komentar

  1. Aaaa thank you kaka, i really need this 😂

    ReplyDelete
  2. setujuuuu. aku termasuk yg boros banget.apalagi hobiku traveling, dan itu rutin tiap thn. bisa 3-4x dalam setahun. tp untuk nabung, aku jg pake trik sendiri. yg pertama autodebet investmen reksadana. hampir sama kayak tabungan berjangka, tp ini uangnya didebit utk reksadana. krn aku kerja di bank jd lbh gmpang jg prosesnya dan dpt benefit staff dgn gratis fee. lebih untung.

    trus aku ikut asuransi juga mba. setidaknya yaaa, walo banyak org bilang asuransi ga ptg, buatku yg susaaaaah bgt nabung asuransi itu proteksi ku dan anak2. kalo sampe suami kenapa2, setidaknya aku hrs yakin dulu hidupku dan anak2 ttp terjamin dari uang pertanggungan. makanya asuransi itu ptg .

    ketiga, aku jg nabung tp dlm mata uang asing. idr cendrung turun, tapi bbrp mata uang asing cendrung menguat. makanya aku main di situ juga. lagi2 manfaatin benefit staff di bankku, dpt rate spesial drpd beli di money changer.

    baruuu setelah itu selesai dialokasikan, mikirin kebutuhan lain deh. utk traveling, skincare dll. kebutuhan rumah tangga, itu urusan pak suami :D.

    ReplyDelete
  3. Sama, kak. Ternyata pakai fitur autodebet ke 'amplop tabungan' lebih membantu. Meski pernah rasa bete pas udah kedebet. Karena pengen jajan ini itu :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. gapapa bete karena harus nabung sekarang... daripada misqueen di masa depan

      Delete

terimakasih banyak :)