Pengalaman Buruk Berbelanja di Watsons Online

3:11 AM



Baru kali ini belanja online lamanya kayak ngurus paspor di kantor daerah pedalaman circa 10 tahun yang lalu.

Setahun lalu ketika saya pertama kali bikin paspor, rasanya amaze sama pelayanan Kantor Imigrasi Pondok Pinang. Waktu itu saya mendaftar via apps Antrian Paspor, yang mana kurang lebih saya harus menunggu dua pekan karena jadwalnya sudah penuh. Setelah menanti hari H pembuatan paspor, saya mendatangi kantor Imigrasi Pondok Pinang pukul 7 pagi. Jam 8 lewat sedikit, kami yang antri sudah mulai dipanggil buat interview dan proses pembuatan paspor. Setelah saya masuk ruangan, saya sempat ditanya-tanya paspornya buat apa, mau kemana, langsung cus sesi foto diri, scan sidik jari dan mata, lalu selesai. Proses pendataan hanya 1 jam, setelah itu saya diharuskan kembali ke kantor tsb buat mengambil paspor yang sudah jadi.

Cepet banget kan? Ya jaman sekarang, saat semua serba cepat, banyak banget perusahaan ritel yang harus gulung tikar karena ‘kalah’ jualan sama yang online. Ada beberapa perusahaan ritel yang kemudian buka cabang di online supaya tetep selamat ga tergerus sama teknologi.
Salah satunya, ialah Watsons Indonesia yang kemudian punya Watsons Online. Watsons Online adalah portal belanja produk-produk kesehatan dan kecantikan. Sama seperti pendahulunya, Watsons online melayani pembelian produk yang berkaitan dengan Wellness.
Namun tidak seperti pelayanan serba cepat ala pedagang online, Watsons Online pelayanannya sangat sangat buruk dan lamban seperti pelayanan birokrasi jaman baheula.

KRONOLOGI

31 Mei 2018

Saya mencoba kali pertama belanja di Watsons Online. Saat itu saya membeli beberapa produk kebutuhan dengan total belanja IDR 129rb sekian. Dengan nama sebesar Watsons, dan reviewnya yang bagus-bagus, percayalah saya dengan Watsons Online.
Saya menunggu dengan sabar karena kebetulan saat itu bulan puasa. Saya prediksi dengan nama besar Watsons, paling tidak bisa sampai ke tangan saya sepekan kemudian yakni 11 Juni 2018. Rupanya, pesanan saya ga kunjung sampai.
Saya pikir yaudah lah ya, mungkin memang sudah libur karena banyak pegawai negeri yang libur dari tanggal 11 Juni. Eh, tapi kan Watsons bukan BUMN ya? Bukan kantor aparat pemerintah juga? Jadi gimana dong?
Saya memutuskan untuk sabar hingga......



20 Juni 2018

Hari itu saya sudah kesal bukan kepayang. Paket saya belum sampai, plus banyak di Instagran Watsons yang banyak mengeluhkan hal sama. Teman beauty blogging saya bahkan sudah menyatakan “Ikhlas, barangnya tidak sampai semenjak order dua bulan lalu”. Whaaat dua bulan lho! Itukan ga kepotong libur lebaran ya?


Saya melihat banyak protes dari konsumen Watsons Indonesia lainnya, yang kemudian hanya dibalas “Silahkan kirim email ke customerservice kami ya mbak” oleh admin Instagramnya.
Akhirnya saya memutuskan untuk menanyakan perihal paket saya melalui surel di customerservice@watsons.co.id. Kemudian mendapat balasan dari CS yang menyatakan bahwa paket saya akan dikirimkan paling lambat 3 – 5 hari kerja.
WHAT?
Yasudah... saya memutuskan sabar lagi sampai ....

2 - 3 Juli 2018

Rasanya udah ga bener nih. Perusahaan sebesar Watsons, seternama itu sampai mengacuhkan pembelian dari pelanggannya. Akhirnya saya hubungi lagi via surel yang sama.
Jujur saya kecewa sekali dengan pelayanan Watsons Online. Pada email saya kali ini, saya baru diberitahu bahwa stok ketersediaan barang saya TIDAK ADA, sehingga tidak bisa diproses ke Pengiriman.


Hellowwww... kenapa ga kabarin sih? Pake email kek, telpon kek. Untung saya tanya ya ke email mereka, coba kalau ga ditanyain? Yakin deh tuh sampai lebaran Siput juga ga bakal tau kalau produknya ga ada.

Keesokan harinya, tanggal 3 Juli saya langsung mengirimkan formulir pengembalian dana (alias REFUND). Gak lama, saya dapat balasan dari CS Watsons bahwa uang saya akan dikembalikan 10 – 20 hari kerja. Yang artinya kurang lebih 1 bulan lamanya.


Saya jadi semakin tidak mengerti, sebenarnya Watsons ini hidup di zaman apa sih?

Kalau kalian belanja di Market Place besar macam Tokopedia atau Shopee, uang refund langsung ditransfer ke digital money sesuai dengan jumlah uang kita. Prosesnya pun ga lama, paling 3 – 5 hari.

11 Juli 2018

Disinilah drama dimulai. Tentu yang mulai bukan saya, tapi Watsons sendiri.
Ketika perusahaan Watsons punya banyak masalah dengan pelanggan, social media admin Watsons di Instagram bikin blunder dengan memosting foto kegiatan karyawan Watsons yang sedang plesiran ke Dufan.



Bagai menyiram bensin pada api, costumer semua protes dan menduga bahwa uang yang digunakan karyawan Watsons untuk liburan seharusnya adalah uang refund mereka.
Kemarahan customer ini saya bilang sangat wajar. Ada yang sampai sembilan bulan uangnya ga di refund lho.

Sebenernya sih, duit saya ga gede-gede amat yang saya belanjakan di Watsons. Perlu digarisbawahi, bukan masalah nominalnya. Tetapi masalah KOMITMEN pelayanan pada konsumen yang NOL BESAR.


KESIMPULAN

Saat saya memposting tulisan ini, saya masih menunggu pengembalian dana dari Watsons.


Disaat perusahaan portal/apps belanja online terus memperbaiki layanan serba cepat untuk pelanggan; Watsons Online menjadi salah satu contoh yang naas dan memalukan.

You Might Also Like

10 komentar

  1. parah sih kalo udah kyk gitu. bahkan ada yg sampe 9 bulan belom di refund. amit2 deh belanja disana.

    ReplyDelete
  2. Itu gimana cara ngaduinnya. Kemana? Masak didiemin gitu aja sih. kPAi? Unttttung blm pernah belanja ke situ, malah baru tau kalo ada web nya pas lagi rame ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa ke YLKI mak Esy, tapi aku udah keburu capek hati ngurusinnya.

      Delete
  3. Ah gila banget, aku sih belom pernah belanja di watsons yg online atau offline. Alesannya karna jauh lebih mahal aja sih rata2 barang yang ada disana. Ada temen pernah cerita beli barang yang sama plek kaya aku (tms ukuran jg sama) harganya 50k, padahal aku beli tempat laen dapet 35k. Meringis sih jadinya. Tambah banyak keluhan watsons online, jadi makin ga berani ke watsons (offline/online)

    ReplyDelete
  4. Abis baca ini, fix sih aku jadi males belanja di watson inini, trutama yg onlinenya. Tp yg offlinenya aku jg males krn mahaaaal. Msh lbh bgs century ato guardian kemana2.

    ReplyDelete
  5. Gitu promo nya gencer bener diskon ini itu yang ga seberapa jika di totalin. 2 bulan kmrn sempet iseng order biore sebiji. Tapi ga ku bayar. Haha..
    Tuhan maaih sayang sama saya..

    ReplyDelete
  6. Guatdian aja udah mahal di tempatku watson lebih mahal lagi ?? Gilee.. Wkwk

    ReplyDelete
  7. saya baru tau watson darii tuliasan mbak ini, kalau memang watson adalah perusahaan besar harusnya ga membuat citranya menjadi buruk, ini malah sebaliknya mereka ingin jadi buruk di depan para konsumen.

    wah, saya akan remind my self untun ga belanja disini mbak,

    ReplyDelete
  8. wah parah banget padahal itu kan akan merusak nama mereka sendiri ya

    ReplyDelete
  9. Waaah parah banget. PadahalPini mengurungkan niat calon konsumen buat beli. Bahkan di official store salah satu marketplace nya pun saya ragu, banyak penilaian kurang baik disana..

    ReplyDelete

terimakasih banyak :)