Berbadan sehat, berpenampilan menarik, berwawasan luas, berpikiran bebas!


19 April 2017

Tips Mengelola Stress Untuk Wanita Multi Identities (+ Lactacyd Event Report)



Heyho everibebih!

Tanggal 8 April 2017 lalu, aku diundang oleh Female Daily dan Lactacyd untuk menghadiri blogger gathering yang diadakan di Tanamera, Jakarta Selatan. Acara yang mengundang blogger wanita ini bertema "Women Are Special, Be Everything You Want to Be". Mau tahu gimana cerita seru selengkapnya? Baca terus ya!

Sabtu pagi itu aku diantar papa ke Tanamera, Jakarta Selatan. Tadinya sih sempet bingung lokasinya dimana, ternyata Tanamera ini lokasinya sebelum Pasar Mayestik kalo dari arah Radio Dalam. Dari luar, terlihat bangunan dengan nuansa coklat kemerahan. Mungkin itu kenapa namanya Tanamera, soalnya dari luar memang warnanya seperti tanah yang merah. Mungkin. Ya namanya juga nebak 😉


Pas nyampe aku disambut kru Female Daily dan dipersilahkan ke lantai duanya. Di lantai dua, aku disambut dengan dekorasi ala Lactacyd warna hijau-pink yang fresh banget! Setelah foto-foto di booth dan ngobrol bareng sama beberapa blogger, acaranya mulai deh!
Kami disambut oleh pihak Lactacyd yang sharing mengenai inovasi baru Lactacyd Herbal dengan ekstrak sirih, susu dan bunga mawar. Formula unik dari ketiga bahan natural ini telah teruji secara dermatologi bisa dipakai setiap hari lho!

Aku sih dulu pernah dapat resep nenek mengenai sirih. Jadi ceritanya pas masa awal puber dan menstruasi, nenekku selalu menganjurkan untuk bersihin area miss V dengan air rebusan daun sirih sehabis selesai masa menstruasi. Katanya sih biar aroma-aroma darah yang menempel bisa blass ilang semua.

Tapi temen-temenku dulu juga bilang, merawat area miss V tuh cuma buat yang udah nikah. Jadi remaja imut macam aku ga perlu merawat miss V ya?





Eh, ternyata enggak lho! Mbak Donita, brand ambassador Lactacyd cerita pengamannya pas masih gadis. Maklum lah ya, namanya artis sibuk shooting kesana-kemari pasti sering sulit untuk menjaga kebersihan area miss V. Suatu hari mba Donita konsultasi ke dokter, dan ternyata dokternya rekomendasiin Lactacyd juga loh beb! :D


Ga cuma sharing mengenai daerah kewanitaan, tapi di acara ini juga menghadirkan psikolog mba Anna Surti Ariani (Nina), yang sharing tips bagaimana menjadi seorang wanita yang multi-identities. Multi-identities itu gimana sih?


Pas aku kuliah, pernah ada pembicara seminar yang bahas ini juga. Multi-identities itu, maksudnya seseorang yang punya banyak identitas dalam kesehariannya. Misalnya, aku di rumah berperan sebagai anak dari papaku dan juga kakak dari adik-adikku. Terus di kantor sebagai karyawan, dan di dunia blogging sebagai beauty blogger. Tentunya identitas dan peran-peran ini mendatangkan banyak tanggung jawab juga buatku.

Begitu juga yang dirasakan Donita sebagai ibu, istri dan juga artis. Pas anaknya baru lahir, Donita curhat sempat merasa kayak pabrik susu buat anaknya. Ga cuma Donita lho, salah satu blogger juga sempet curhat karena stress pas jadi new mom, dan masih bekerja.
Mba Nina cerita, ada 4 tahapan mengelola stress buat wanita, yakni; Avoid, Alter, Adapt, dan Accept.

Avoid – Menghindari
Kalau pekerjaan terlalu menuntut mengeluarkan tenaga ekstra lebih baik hindari saja. Misal nih buatku yang rumahnya di Pamulang, jangan deh coba-coba cari kerjaan daerah Jakarta Utara yang nan jauah di mato. Apalagi kalau masih PP rumah – kantor. Bisa amsyong kan ya? Jadi lebih baik hal-hal yang bikin stress itu hindarin aja.

Alter – Mencari Alternatif
Dulu pas aku kerja di daerah Rasuna Said, aku paling rajin cari alternatif angkutan umum. Mulai dari naik angkot, naik transjakarta, naik ojek, nebeng papa sampai jalan kaki pun pernah aku coba. Tujuannya sih supaya aku ga bosen dan aku jadi bisa tau metode mana yang paling murah dan nyaman buat aku. Sama seperti yang mba Nina share; alter juga bisa mencari alternatif pekerjaan mana yang harus diprioritaskan. Misal kalau anak lagi ujian, lebih prioritaskan ngajarin anak di rumah kebanding lembur kerja.

Adapt – Beradaptasi
Kalau sumber stress tidak bisa diubah, coba untuk beradaptasi dengan kondisi stress tersebut. Misal nih kalau stress karena perjalanan yang macet, coba beradaptasi dengan dengerin musik, atau selfie pas nunggu macet di jalan 😆

Accept – Menerima
Menerima ini tahapan yang paling sulit bagi semua orang. Intinya sih, tahapan accept ini menerima kondisi yang akan terjadi kepada diri kita. Untuk menerima kondisi sendiri caranya dengan berpikir positif dan mensyukuri kondisi stress. Siapa tahu dibalik rintangan kehidupan ini akan ada manfaat yang tak terduga J



Sekian share dari aku untuk event report blogger gathering bersama Lactacyd dan Female Daily ya! Sharing dong, gimana sih cara kalian menghadapi stress? Ceritain di kolom komentar ya!

No comments:

Post a Comment

terimakasih banyak :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...